Rabu, 13 Mei 2026
Selamat Datang di Website Resmi MAN 1 Padang Panjang

Pentas Seni Tari & Randai MAN 1 Kota Padang Panjang Ranah Swarna, Irama Tradisi dalam Langkah Generasi

10 May 2026 Hendra Febriadi 0 Komentar 167 Dilihat

Padang Panjang, 10 Mei 2026 – Lapangan MAN 1 Kota Padang Panjang pagi ini menjadi saksi semarak kreativitas siswa dalam Pentas Seni Tari & Randai bertema “Ranah Swarna, Irama Tradisi dalam Langkah Generasi”. Acara yang diikuti oleh siswa kelas X dan XI ini bukan sekadar hiburan, melainkan wadah ekspresi seni sekaligus bagian dari penilaian mata pelajaran Seni Budaya.  

Persiapan selama 1,5 bulan dilakukan dengan penuh kesungguhan di bawah bimbingan para guru seni: Yusna Yensi, S.Sn., Nova Rahmi, S.Sn., dan Yeni Rahma, S.Sn. Berkat arahan dan ketekunan mereka, siswa mampu menampilkan karya seni yang indah, terstruktur, dan penuh makna.

Suasana lapangan dipenuhi antusiasme sejak pagi. Kelas X yang terdiri dari 9 kelas menampilkan beragam tarian nusantara, masing-masing kelas menghadirkan beberapa tari seperti Tari Gelora Dewata, Tari Prajurit Ksatria, Tari Cewang, dan Tari Ciek Duo Tigo dan ragam tari lainnya sementara Kelas XI yang terdiri 7 kelas menampilkan satu randai per kelas, dengan sajian yang mempesona seperti Randai Sabai Nan Aluih, Randai Lareh Simawang, Randai Panglimo Gagah, Randai Reno Nilam, dan Randai Bujang Sambilan. Setiap randai membawa pesan kebersamaan, kepahlawanan, dan kearifan lokal Minangkabau.  

Dalam sambutannya, Kepala MAN 1 Kota Padang Panjang, Bunda Dr. Lainah, menyampaikan rasa bangga dan haru atas penampilan siswa:  

*“Pentas seni bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi wadah bagi para siswa untuk mengekspresikan bakat, minat, dan kreativitas yang mereka miliki. Melalui kegiatan ini, kita belajar tentang keberanian tampil, kerja sama, disiplin, dan menghargai karya orang lain.  

Kami sangat mengapresiasi seluruh panitia, guru pembimbing, serta para siswa yang telah bekerja keras mempersiapkan acara ini dengan penuh semangat dan dedikasi. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan semangat berkarya bagi seluruh peserta didik.  

Kepada anak-anakku sekalian, tampilkanlah kemampuan terbaik kalian. Jangan takut untuk berkarya, karena setiap penampilan adalah proses untuk menjadi lebih baik. Jadikan pentas seni ini sebagai ajang untuk mempererat persaudaraan dan menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya.”*  

Beliau juga menekankan bahwa kegiatan ini menjadi bukti nyata bagaimana madrasah tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga memberi ruang luas bagi siswa untuk mengembangkan bakat, melestarikan budaya, dan menumbuhkan rasa percaya diri.  

Pentas seni ini menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat. Siswa tampil dengan penuh percaya diri, guru mendampingi dengan bangga, dan orang tua menyaksikan dengan haru. Lapangan madrasah menjadi panggung terbuka yang menyatukan generasi muda dengan akar tradisi, menjadikan seni sebagai bahasa universal yang menghubungkan masa lalu dengan masa depan.  

Dengan tema “Ranah Swarna, Irama Tradisi dalam Langkah Generasi”, acara ini menegaskan bahwa seni adalah cahaya yang menuntun generasi untuk tetap berpijak pada akar budaya, sekaligus berani berkreasi menatap masa depan.(hendra)

Berita Terkait.

Tambahkan Komentar.