Pesan Ekoteologi dalam Peringatan Isra' Miraj
Padang Panjang – 17 Januari 2026// Suasana penuh khidmat menyelimuti aula MAN 1 Kota Padang Panjang saat peringatan Isra Miraj digelar. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dari Abdul Setiawan, qori muda berbakat madrasah, membuka acara dengan getaran spiritual yang membuat hadirin terhanyut dalam keindahan kalamullah.
Mengusung tema “Pesan Ekoteologi dalam Peringatan Isra Miraj”, kegiatan ini menghadirkan penceramah kondang, Buya Ibrahim, S.Ip, yang dikenal dengan gaya tutur menyejukkan hati. Dalam ceramahnya, beliau mengingatkan pentingnya rasa syukur atas nikmat Allah yang tak terhitung, serta menegaskan kembali kewajiban shalat sebagai tiang agama.
Ustad Ibrahim menguraikan tiga pelajaran utama dari peristiwa Isra Miraj:
- Ujian keimanan Rasulullah SAW – Nabi diuji dengan kehilangan pendamping hidup, namun tetap teguh dalam keyakinan.
- Tanda kebesaran Allah – Perjalanan Isra Miraj memperlihatkan keajaiban yang melampaui nalar manusia.
- Perintah shalat – Rasulullah menjemput langsung perintah shalat, menjadikannya ibadah paling utama dalam kehidupan umat Islam.
Tak hanya itu, beliau juga menyinggung dimensi ekoteologi yang jarang dibahas dalam peringatan Isra Miraj. “Jika kita peka terhadap lingkungan, banyak bencana bisa dihindari. Isra Miraj mengingatkan kita bukan hanya untuk menjaga iman, tetapi juga menjaga bumi sebagai amanah Allah,” tegasnya.
Selepas ceramah dan doa bersama, suasana berubah hangat dan meriah dengan penampilan grup musik G Voice MAN 1 Kota Padang Panjang. Alunan shalawat yang mereka lantunkan dengan suara merdu membuat seluruh hadirin larut dalam rasa cinta kepada Rasulullah.
Peringatan Isra Miraj kali ini bukan sekadar mengenang perjalanan agung Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi momen refleksi kolektif: memperkuat iman, menumbuhkan rasa syukur, serta menanamkan kesadaran ekologis di tengah generasi muda madrasah.
Dengan semangat kebersamaan, MAN 1 Kota Padang Panjang menjadikan Isra Miraj sebagai cahaya yang menuntun langkah menuju masa depan yang lebih beriman, bersyukur, dan peduli lingkungan. (Hendra)
